Banda Aceh, 25 Mei 2025 – Himpunan Mahasiswa Budidaya Perairan (HIMADIPA) Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Syiah Kuala menggelar konser amal bertajuk “Live Music Solidaritas Peduli Palestina” pada Sabtu malam (25/05/2025) di Warung Kopi Gunongan, Setui, Banda Aceh. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas mahasiswa terhadap penderitaan anak-anak Palestina akibat konflik kemanusiaan yang terus berlangsung.

Acara ini digagas oleh Divisi Seni dan Olahraga HIMADIPA sebagai program kerja tahunan yang tahun ini berkolaborasi dengan Divisi Sosial Masyarakat HIMADIPA dan Lembaga Kemanusiaan Human Initiative Aceh. Mengusung semangat “Satu Nada Satu Langkah untuk Kebaikan Perjuangan Anak-anak Palestina”, kegiatan ini berhasil menarik antusiasme mahasiswa aktif Budidaya Perairan dan pengunjung warung kopi yang turut memberikan donasi dan menyumbangkan lagu sebagai bentuk dukungan.
Dalam suasana penuh empati dan semangat kebersamaan, konser berlangsung meriah namun tetap sarat makna. Sejumlah musisi muda dari kalangan mahasiswa tampil membawakan lagu-lagu bertema kemanusiaan, perdamaian, dan harapan. Selain musik, kegiatan ini juga menjadi ruang berbagi dan refleksi tentang pentingnya peran generasi muda dalam aksi kemanusiaan global.
Ketua HIMADIPA, Akhdan Mamduha, menyampaikan harapannya atas terselenggaranya kegiatan ini. “Kami ingin menunjukkan bahwa mahasiswa bukan hanya bergerak dalam dunia akademik, tetapi juga punya hati dan semangat untuk kemanusiaan. Lewat nada-nada yang kami mainkan malam ini, kami ingin mengirimkan pesan harapan dan dukungan untuk anak-anak Palestina. Semoga donasi yang kami himpun dapat menjadi bagian kecil dari upaya besar untuk membantu mereka,” ungkap Akhdan.

Donasi yang terkumpul dari konser amal ini seluruhnya akan disalurkan melalui Lembaga Human Initiative Aceh untuk diteruskan kepada anak-anak korban konflik di Palestina.
Dengan kegiatan ini, HIMADIPA menanamkan harapan agar semangat solidaritas yang terbangun dapat terus hidup dan berkembang menjadi gerakan nyata di kalangan mahasiswa untuk peduli terhadap isu-isu kemanusiaan, baik di tingkat lokal maupun internasional.
Comments are closed