Program Studi Budidaya Perairan, Fakultas Kelautan dan Perikanan (FKP) Universitas Syiah Kuala kembali menunjukkan komitmennya dalam menyiapkan lulusan yang unggul dan berdaya saing global melalui kegiatan Bimbingan Teknis AquaCareer Pathways: Preparing Future Leaders in Aquaculture, yang diselenggarakan pada Selasa, 7 Oktober 2025, di Aula Fakultas Kedokteran Hewan USK.

Kegiatan ini berlangsung secara hybrid, menggabungkan kehadiran luring dan daring melalui platform Zoom Meeting, sehingga mampu menjangkau peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Acara diikuti oleh 154 peserta yang terdiri atas mahasiswa, dosen, alumni, dan praktisi bidang akuakultur. Kehadiran peserta yang begitu antusias menunjukkan tingginya minat terhadap pengembangan karier di sektor perikanan yang kini berkembang pesat dan menuntut kompetensi yang semakin beragam.

Acara dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Kelautan dan Perikanan USK, Prof. Dr. Ir. Muchlisin, Z.A., S.Pi., M.Sc., yang dalam sambutannya menekankan pentingnya peningkatan kapasitas dan kesiapan mahasiswa menghadapi tantangan global industri perikanan yang dinamis dan berkelanjutan. Beliau menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai tempat menimba ilmu, tetapi juga berperan aktif dalam membentuk lulusan yang memiliki keterampilan, etika, dan profesionalisme tinggi agar mampu bersaing di pasar kerja global.

Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber yang memiliki reputasi dan pengalaman luas di bidang akuakultur. Dandy E. Prasetyo dari WWF Indonesia memaparkan materi bertema Trends and Opportunities of Sustainable Aquaculture, yang menyoroti pentingnya praktik budidaya berkelanjutan untuk menjaga keseimbangan antara produktivitas dan kelestarian lingkungan perairan. Anas Malik Karimullah dari PT Suri Tani Pemuka (JAPFA Comfeed Indonesia) membawakan materi Employability Skills for Aquaculture Graduates, yang menekankan pentingnya penguasaan soft skills seperti komunikasi, kolaborasi, dan adaptasi terhadap perkembangan teknologi dalam dunia kerja modern. Sementara itu, Cut Syarifah Zahara dari PT Seita Sukses Makmur membagikan panduan praktis tentang strategi penyusunan Curriculum Vitae (CV) dan surat lamaran kerja yang efektif, agar mahasiswa dapat menampilkan kompetensi terbaiknya di hadapan calon pemberi kerja.

Selama kegiatan berlangsung, suasana interaktif dan penuh antusiasme terlihat jelas dari partisipasi aktif mahasiswa dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Para narasumber tidak hanya memberikan wawasan konseptual, tetapi juga membagikan pengalaman praktis yang relevan dengan kondisi nyata di lapangan. Mahasiswa memperoleh pemahaman yang lebih luas tentang arah pengembangan karier di bidang akuakultur, mulai dari aspek keberlanjutan lingkungan hingga strategi membangun citra profesional yang kuat di dunia industri.

Selain memperkaya wawasan mahasiswa, kegiatan ini juga menjadi wadah strategis untuk memperkuat jejaring antara dunia akademik dan industri. Melalui interaksi langsung dengan para pelaku usaha dan lembaga konservasi, mahasiswa mendapatkan gambaran konkret tentang kebutuhan pasar kerja dan kompetensi yang dibutuhkan oleh perusahaan. Hubungan ini diharapkan dapat berlanjut dalam bentuk kerja sama magang, penelitian terapan, maupun peluang rekrutmen tenaga kerja di masa mendatang.

Rangkaian kegiatan juga dirangkaikan dengan Closing Ceremony of the 2nd International Aquaculture Creative Challenge (ACC) 2025, sebuah ajang inovasi dan kreativitas mahasiswa tingkat internasional di bidang akuakultur. Dalam sesi penutupan tersebut, diumumkan para pemenang lomba yang berhasil menunjukkan ide-ide kreatif dan solutif untuk kemajuan industri akuakultur yang berkelanjutan.

Secara keseluruhan, kegiatan AquaCareer Pathways 2025 berhasil mencapai tujuannya sebagai wadah pengembangan kompetensi dan kesiapan mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja. Melalui kolaborasi antara akademisi, industri, dan lembaga konservasi, kegiatan ini memperkuat peran Fakultas Kelautan dan Perikanan USK sebagai pelopor pendidikan perikanan yang berorientasi pada keberlanjutan dan profesionalisme. Harapannya, kegiatan serupa dapat menjadi agenda tahunan yang terus menginspirasi mahasiswa untuk berinovasi, beradaptasi, dan berkontribusi bagi kemajuan sektor akuakultur Indonesia di tingkat global.

Categories:

Tags:

Comments are closed