Kiprah sivitas akademika dalam mengangkat nama kampus jantong hate rakyat Aceh, Universitas Syiah Kuala (USK), ke pentas dunia kembali dibuktikan oleh salah satu dosen terbaiknya. Dr. Ir. Dedi Fazriansyah Putra, S.St.Pi., M.Sc., ASEAN Eng., dosen Fakultas Kelautan dan Perikanan (FKP) USK, berhasil mengemban dua peran sekaligus pada ajang bergengsi World Aquaculture Singapore 2026 (WA2026) konferensi akuakultur terbesar di dunia yang diselenggarakan di Singapore EXPO Convention & Exhibition Centre, Singapura, pada 2–5 Juni 2026.

Dalam konferensi yang diorganisasi oleh World Aquaculture Society (WAS) bersama WAS-APC dan Singapore Food Agency (SFA) tersebut, Dedi didapuk sebagai juri penilai presentasi ilmiah sekaligus tampil sebagai presenter yang memaparkan hasil kajian ilmiahnya di hadapan komunitas akuakultur internasional.

Konferensi Akuakultur Terbesar di Dunia

World Aquaculture Singapore 2026 merupakan salah satu forum ilmiah internasional paling bergengsi di bidang akuakultur dan ketahanan pangan global, yang dihadiri oleh para ilmuwan, peneliti, akademisi, praktisi industri, serta pembuat kebijakan dari seluruh penjuru dunia. Sejak didirikan pada 1969, World Aquaculture Society (WAS) telah berkembang menjadi organisasi global dengan lebih dari 3.000 anggota aktif dari sekitar 100 negara, menjadikannya wadah utama pengembangan ilmu dan teknologi akuakultur dunia.

Konferensi WA2026 mengambil tema “High Yield Production Through Nutrition, Health, Genetics, and Resources” sebuah tema yang mencerminkan urgensi global untuk meningkatkan produktivitas budidaya perairan secara berkelanjutan di tengah tekanan perubahan iklim dan ketahanan pangan dunia. Kegiatan konferensi mencakup sesi pleno, keynote lecture, 102 sesi presentasi ilmiah teknis, pameran dagang internasional, program khusus mahasiswa, serta forum jejaring internasional yang mempertemukan komunitas akuakultur dari kawasan Asia-Pasifik dan berbagai belahan dunia.

Peran Ganda: Juri Sekaligus Penyaji Ilmiah

Kehadiran Dedi Fazriansyah Putra di WA2026 bukan sekadar sebagai peserta biasa. Ia dipercaya oleh panitia konferensi untuk menjalankan peran sebagai juri (judge) dalam penilaian presentasi ilmiah mahasiswa doktoral, sebuah kehormatan yang mencerminkan pengakuan internasional atas kompetensi dan reputasi akademiknya di bidang akuakultur.

Tak hanya itu, Dedi juga tampil sebagai presenter aktif, memaparkan hasil penelitiannya kepada para pakar dari seluruh dunia dalam sesi teknis konferensi. Penelitian yang dipresentasikan didukung oleh kolaborasi internasional bersama peneliti dari Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA), Malaysia sebuah universitas komprehensif dengan 13 fakultas yang berbasis di Terengganu, Malaysia, dan memiliki keahlian kuat di bidang sains akuatik dan lingkungan melalui Fakultas Biosumber dan Industri Makanan (FBIM). Kolaborasi lintas batas ini semakin memperkuat posisi USK sebagai institusi yang membangun jejaring akademik global dan aktif berkontribusi pada riset internasional.

Dukungan Program EQUITY WCU USK

Keberhasilan Dedi mengharumkan nama USK di forum akuakultur sedunia ini tidak lepas dari dukungan penuh Rektor USK melalui Program EQUITY (Enhancing Quality Education for International University Impact and Recognition) WCU USK  program strategis yang dirancang untuk mendorong internasionalisasi USK menuju World Class University (WCU). Program ini didanai oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Republik Indonesia, sebagai bagian dari komitmen nasional dalam meningkatkan daya saing perguruan tinggi Indonesia di level global.

Salah satu skema dalam program EQUITY adalah Presenting at International Scientific Conferences on SDGs, yang secara khusus memfasilitasi dosen USK untuk mempresentasikan hasil penelitian pada konferensi bereputasi internasional yang relevan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs), sekaligus membuka peluang kolaborasi riset baru dengan mitra luar negeri. Melalui program ini, partisipasi dosen USK dalam forum-forum ilmiah dunia terus meningkat secara signifikan.

Memperkuat Jejak USK di Kancah Internasional

Partisipasi Dedi Fazriansyah Putra dalam WA2026 menjadi bukti nyata komitmen USK dalam mewujudkan visinya sebagai universitas kelas dunia. Kiprah ini diharapkan dapat mendorong semakin banyak dosen USK untuk aktif berkontribusi di forum-forum ilmiah internasional, menghasilkan publikasi bereputasi, serta membangun jejaring kolaborasi riset global yang berkelanjutan.

Kontribusi riset akuakultur USK ini juga sejalan dengan agenda global SDG 2 (Zero Hunger) dan SDG 14 (Life Below Water) — dua tujuan pembangunan berkelanjutan yang menempatkan ketahanan pangan berbasis perairan sebagai prioritas dunia. Melalui kolaborasi riset internasional dan kehadiran aktif di forum-forum bergengsi seperti WA2026, USK terus memperkuat posisinya sebagai kontributor nyata bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan pembangunan berkelanjutan di tingkat global.

Categories:

Tags:

Comments are closed