Banda Aceh — Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Syiah Kuala (FKP USK) resmi menutup pelaksanaan Internship Program bagi Emrehan Arda, mahasiswa İzmir Kâtip Çelebi University, Turki, pada Senin, 20 Juli 2026. Program magang internasional ini berlangsung selama 30 hari atau setara 240 jam kegiatan, terhitung sejak 22 Juni hingga 20 Juli 2026.

Sepanjang periode tersebut, Emrehan mengikuti berbagai kegiatan akademik dan praktik di bidang kelautan dan perikanan di lingkungan FKP USK. Rangkaian kegiatan dirancang agar peserta memperoleh pengalaman langsung, mulai dari aktivitas di laboratorium, kegiatan lapangan di wilayah pesisir Aceh, hingga interaksi dengan dosen dan mahasiswa dalam suasana akademik sehari-hari.
Penyerahan Certificate of Completion
Penutupan kegiatan ditandai dengan penyerahan Certificate of Completion oleh Dekan FKP USK, Haekal Azief Haridhi, S.Kel., M.Sc., Ph.D., didampingi Prof. Dr. Ir. Muchlisin Z.A., S.Pi., M.Sc. selaku Academic Supervisor selama program berlangsung. Penyerahan sertifikat tersebut merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi dan partisipasi aktif peserta sepanjang pelaksanaan program.
Dalam kesempatan itu, pimpinan fakultas menyampaikan apresiasi atas kesungguhan peserta selama menjalani program, sekaligus berharap pengalaman yang diperoleh di Aceh dapat bermanfaat bagi pengembangan keilmuan dan kariernya di masa mendatang. Peserta juga diharapkan menjadi penghubung yang memperkuat hubungan akademik antara kedua institusi.
Memperkuat Internasionalisasi FKP USK
Program magang ini menjadi salah satu wujud nyata upaya FKP USK memperkuat internasionalisasi perguruan tinggi. Kehadiran mahasiswa asing di lingkungan fakultas membuka ruang pertukaran ilmu, pengalaman lintas budaya, dan pengembangan jejaring akademik global — tidak hanya bagi peserta, tetapi juga bagi mahasiswa dan dosen FKP USK yang berinteraksi langsung selama program berjalan.
Aceh sendiri menawarkan konteks pembelajaran yang khas bagi studi kelautan dan perikanan, mulai dari karakteristik ekosistem pesisir tropis, keanekaragaman hayati laut, hingga praktik perikanan masyarakat setempat. Kekayaan tersebut menjadi nilai tambah bagi peserta program internasional yang datang dari kawasan dengan karakteristik perairan berbeda.
FKP USK menyatakan komitmennya untuk terus membuka peluang serupa pada masa mendatang, baik melalui program magang, riset bersama, maupun skema pertukaran mahasiswa dan dosen dengan mitra perguruan tinggi di luar negeri.
Comments are closed