Pidie Jaya — Program Studi Budidaya Perairan, Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Syiah Kuala (FKP USK), bersama Mahasiswa KKN XXIX Kelompok 25 USK melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat pada Selasa, 21 Juli 2026, di Desa Muka Blang, Kecamatan Panteraja, Kabupaten Pidie Jaya.
Kegiatan yang mengusung tema “Pemberdayaan Petani melalui Pendampingan Sistem Minapadi Berbasis Good Aquaculture Practices (GAP)” ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam menerapkan sistem minapadi yang produktif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

Satu Lahan, Dua Sumber Penghasilan
Minapadi merupakan sistem budidaya terpadu yang memadukan penanaman padi dengan pemeliharaan ikan pada satu hamparan sawah. Pola ini memungkinkan petani memperoleh dua sumber penghasilan dari lahan yang sama tanpa perlu memperluas areal garapan.
Selain nilai ekonominya, minapadi juga memberi manfaat ekologis. Aktivitas ikan membantu menekan populasi hama dan pertumbuhan gulma, sementara sisa pakan dan kotoran ikan berfungsi sebagai pupuk alami yang menyuburkan tanaman padi. Dengan demikian, ketergantungan petani pada pestisida dan pupuk kimia dapat ditekan — sejalan dengan prinsip pertanian dan budidaya yang berkelanjutan.
Penerapan Kaidah Good Aquaculture Practices
Pendampingan diarahkan agar praktik minapadi yang dijalankan petani memenuhi kaidah Good Aquaculture Practices. Materi yang disampaikan mencakup persiapan lahan dan pembuatan saluran pemeliharaan ikan, pemilihan benih bermutu, pengelolaan kualitas air, pemberian pakan yang tepat, penerapan biosekuriti sederhana, hingga pentingnya pencatatan kegiatan budidaya.
Penerapan GAP menjadi penting karena menyangkut keamanan pangan dan mutu hasil panen. Praktik budidaya yang tertib dan terdokumentasi akan memudahkan petani ketika hendak meningkatkan skala usaha maupun memenuhi persyaratan mutu di pasar yang lebih luas.
Kegiatan dilaksanakan melalui pemaparan materi dan diskusi bersama petani setempat, sehingga persoalan yang dihadapi di lapangan dapat langsung dibahas dan dicarikan solusinya. Keterlibatan mahasiswa KKN memberikan pengalaman langsung dalam mendampingi masyarakat sekaligus menghubungkan pengetahuan yang dipelajari di ruang kuliah dengan kebutuhan nyata di lapangan.
Wujud Tri Dharma dan Dukungan terhadap SDGs
Kegiatan ini mencerminkan komitmen FKP USK dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan — SDG 2 (Zero Hunger), SDG 4 (Quality Education), SDG 8 (Decent Work and Economic Growth), dan SDG 17 (Partnerships for the Goals) — melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat.
Diharapkan pendampingan ini dapat berlanjut, sehingga sistem minapadi di Desa Muka Blang tumbuh menjadi model yang dapat direplikasi di desa-desa lain dengan karakteristik lahan serupa di Kabupaten Pidie Jaya.
Comments are closed