Banda Aceh — Seluruh civitas academica Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Syiah Kuala (FKP USK) menyampaikan selamat dan sukses kepada para dosen pembimbing serta mahasiswa penerima Program Pendanaan Internal Kewirausahaan Universitas Syiah Kuala (PIKU) Batch 1 Tahun 2026.

Pada batch pertama tahun ini, enam tim dari FKP USK berhasil meraih pendanaan, terdiri atas satu tim dari Program Studi Budidaya Perairan dan lima tim dari Program Studi Ilmu Kelautan. Capaian tersebut merupakan wujud semangat inovasi, kreativitas, dan kolaborasi sivitas akademika FKP USK dalam menghasilkan gagasan kewirausahaan yang berdampak bagi masyarakat.

Enam Gagasan yang Didanai

Seluruh proposal yang lolos pendanaan mengangkat pemanfaatan sumber daya lokal dan bahan sisa produksi menjadi produk bernilai tambah — mulai dari pangan fungsional, pakan akuakultur, hingga produk perawatan diri.

SIKLOFEED — “Inovasi Pakan Ikan Tinggi Protein Berbasis Limbah Canthidermis maculata dan Chlorella vulgaris Sebagai Inovasi Akuakultur Berkelanjutan”. Tim diketuai Muhammad Arifqi, dengan anggota Perianda Tarigan dan Setya D. Putra Hasibuan (Ilmu Kelautan), dibimbing Dr. Vicky Prajaputra, M.Si. Gagasan ini mengolah limbah hasil perikanan menjadi pakan bernilai tambah — menjawab persoalan biaya pakan sekaligus mengurangi buangan.

HEMOGROW Cookies — “Produk Pangan Fungsional Berbasis Ikan Gabus (Channa striata) dan Bayam Merah (Amaranthus tricolor) sebagai Upaya Pencegahan Anemia dan Stunting”. Tim diketuai Ariyatul Ulfa, dengan anggota Sri Rahayu, Luvia Amanda, dan Atikah Sari (Budidaya Perairan), dibimbing Said Ali Akbar, S.Pd., M.Si. Produk ini memadukan sumber protein dan zat besi dalam bentuk kudapan yang mudah diterima anak-anak.

Avocal Cookies — “Biskuit Gluten-Free dari Biji Alpukat Terfortifikasi Kalsium Cangkang Telur, Tinggi Serat dan Kaya Nutrisi”. Tim diketuai Maharani Islami, dengan anggota Cahyani Ayu Muharram dan Salsa Intan Syahira (Ilmu Kelautan), dibimbing Dr. Vicky Prajaputra, M.Si. Inovasi ini mengangkat dua bahan yang lazim dibuang — biji alpukat dan cangkang telur — menjadi produk pangan bernilai gizi.

JUSTELA — “Inovasi Jus Buah Alami dengan Ekstrak Sari Bunga Telang Kaya Antosianin untuk Mendukung Gaya Hidup Sehat”. Tim diketuai Azzahra Nabila, dengan anggota Alissya N.P. Rizal dan Syarifah B.K. Assagaf (Ilmu Kelautan), dibimbing Dr. Vicky Prajaputra, M.Si.

MIELEA — “Mie Bakar Kaya Protein Berbasis Olahan Ikan Leubim dan Rumput Laut Lokal Aceh Sebagai Produk Pangan Berkelanjutan”. Tim diketuai Mhd. Luthfi Al Bukhary, dengan anggota Zahwa Aliya dan Aril Dwi Ardana (Ilmu Kelautan), dibimbing Dr. Vicky Prajaputra, M.Si. Produk ini mengangkat komoditas khas perairan Aceh sebagai bahan utama pangan olahan.

Sabun Cuci Tangan Berbahan Alami — “Sabun Cuci Tangan Berbahan Alami dari Garam Laut, Bunga Telang, dan Minyak Nilam Sebagai Agen Eksfoliasi, Antioksidan, dan Antibakteri”. Tim diketuai Raudhatul Jannah, dengan anggota Nadinda Oxa Z. Purba dan Najmi Dibya Shahieza (Ilmu Kelautan), dibimbing Dr. Vicky Prajaputra, M.Si. Gagasan ini memadukan tiga bahan alami — termasuk minyak nilam, komoditas unggulan Aceh yang dikenal hingga pasar dunia — menjadi produk perawatan diri.

Dari Riset Menuju Wirausaha

Program PIKU membuka ruang bagi mahasiswa untuk menerjemahkan gagasan ilmiah menjadi rintisan usaha yang layak dijalankan. Bagi mahasiswa FKP USK, skema ini menjadi jembatan antara penguasaan ilmu kelautan dan perikanan dengan praktik pengembangan produk — mulai dari formulasi, uji mutu, hingga pengemasan dan pemasaran.

Menarik dicatat, seluruh gagasan yang didanai berangkat dari sumber daya yang tersedia di sekitar: ikan lokal, rumput laut, mikroalga, garam laut, minyak nilam, hingga bahan sisa produksi pangan. Pendekatan ini sejalan dengan prinsip ekonomi sirkular dan mendukung pencapaian SDG 14 (Life Below Water) serta SDG 2 (Zero Hunger).

Kelima tim dari Program Studi Ilmu Kelautan seluruhnya berada di bawah bimbingan dosen yang sama, Dr. Vicky Prajaputra, M.Si — menunjukkan peran penting pendampingan dosen dalam menumbuhkan minat kewirausahaan di kalangan mahasiswa.

Pimpinan FKP USK berharap pendanaan ini menjadi motivasi untuk terus mengembangkan inovasi dan menciptakan solusi yang bermanfaat, serta tidak berhenti pada tahap prototipe, melainkan berlanjut menjadi usaha mandiri yang memberi kontribusi nyata bagi kemajuan sektor kelautan, perikanan, dan pembangunan berkelanjutan.

Categories:

Tags:

Comments are closed