Banda Aceh — Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Syiah Kuala (FKP USK) menyampaikan selamat dan sukses atas keberhasilan Adrian Damora, M.Si., dosen FKP USK, memperoleh pendanaan dari Australia-Indonesia Institute (AII) Grants 2025–2026 untuk proyek bertajuk “Unlocking Knowledge and Tools for Climate-Resilient Coastal Fisheries in Indonesia” dengan total pendanaan sebesar $35.000.
Proyek ini dipimpin oleh Dr. Nils Krueck dari Institute for Marine and Antarctic Studies, University of Tasmania, selaku Principal Investigator, dengan Adrian Damora, M.Si. dari Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Syiah Kuala sebagai Co-Investigator.

Kemitraan Riset Australia–Indonesia
Melalui proyek ini, University of Tasmania bersama Universitas Syiah Kuala serta mitra pemerintah daerah dan komunitas setempat akan menyelenggarakan program pelatihan selama tiga pekan di Banda Aceh. Pelatihan diarahkan untuk memperkuat pengelolaan perikanan pesisir yang tangguh terhadap perubahan iklim, melalui pertukaran pengetahuan dan penyediaan perangkat analisis yang dapat digunakan pengelola perikanan di lapangan.
Bagi Aceh, tema ini sangat relevan. Perikanan pesisir menjadi tumpuan penghidupan sebagian besar masyarakat, sementara perubahan iklim menghadirkan tekanan baru berupa pergeseran distribusi sumber daya ikan, perubahan pola musim tangkap, hingga meningkatnya risiko cuaca ekstrem bagi nelayan. Penguatan kapasitas pengelola dan pemangku kepentingan lokal menjadi kunci dalam merumuskan respons yang tepat.
Tentang Australia-Indonesia Institute
Australia-Indonesia Institute merupakan lembaga bilateral yang dibentuk pada 1989 dan berada di bawah Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia (DFAT). Lembaga ini bertujuan mendorong saling pengertian dan memperkuat hubungan antarmasyarakat Australia dan Indonesia. Putaran hibah 2025–2026 mengangkat empat tema utama, yaitu Bahasa, Budaya dan Seni; Olahraga; Ketahanan Iklim; serta Kerja Sama Ekonomi. Daftar penerima hibah putaran ini diumumkan oleh Menteri Luar Negeri Australia pada 22 Mei 2026.
Penguatan Jejaring Akademik Internasional
Keberhasilan ini menegaskan posisi FKP USK sebagai mitra riset yang diperhitungkan di tingkat internasional, sekaligus memperluas jejaring kerja sama dengan institusi kelautan terkemuka di kawasan. Diharapkan proyek ini tidak berhenti pada penyelenggaraan pelatihan, melainkan menjadi pijakan bagi kolaborasi riset dan publikasi bersama yang berkelanjutan antara kedua universitas.
Pimpinan FKP USK menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut dan berharap semakin banyak dosen fakultas yang berkiprah dalam skema pendanaan internasional.
Comments are closed