Aceh Besar, 6 Agustus 2025 – Dosen Program Studi Budidaya Perairan, Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Syiah Kuala (USK) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) di Dayah Istiqamatuddin Raudhatul Mu’arrif, di Dusun Alue Seuneuhi, Gampong Neuheun, Kabupaten Aceh Besar dengan tema “Pemanfaatan Teknologi Pasang Surut dalam Budidaya Ikan dan Tanaman untuk Meningkatkan Ketahanan Pangan Dayah Istiqamatuddin Raudhatul Mu’arrif.” Acara ini dihadiri dosen dan mahasiswa Program Studi Budidaya Perairan FKP USK, serta para santri dan pimpinan dayah yang antusias mengikuti pelatihan.

Acara dibuka secara resmi dengan sambutan dari Wakil Dekan Bidang Akademik FKP USK, Dr. Ir. Muhammadar S.T., M.P, yang menyampaikan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan Dayah dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui teknologi terapan yang mudah diadopsi oleh masyarakat.
“Ketahanan pangan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi juga semua pihak, termasuk dayah. Melalui teknologi sederhana seperti pasang surut, kita bisa memanfaatkan lahan dan air secara lebih optimal,” ujarnya.
Kata sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua Tim Pengabdian, Dr. Cut Dara Dewi, SPi., M.Si yang juga menjabat sebagai Koordinator Program Studi Budidaya Perairan. Beliau menegaskan komitmen akademisi untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat melalui kegiatan berbasis edukasi dan pemberdayaan teknologi tepat guna
Kegiatan ini dirancang untuk memberikan solusi praktis bagi pesantren dalam mengembangkan budidaya ikan dan tanaman. Kami ingin para santri tak hanya belajar agama, tetapi juga memiliki keterampilan praktis yang dapat mendukung kemandirian ekonomi,” jelasnya.
Sambutan terakhir disampaikan oleh Pimpinan Dayah Istiqamatuddin Raudhatul Mu’arrif, Tgk. Yusnaidi, yang mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini dan berharap kolaborasi serupa dapat terus berlangsung dalam rangka mendukung kemandirian ekonomi Dayah.
Ia mengatakan bahwa teknologi yang diperkenalkan Prodi Budidaya Perairan akan sangat bermanfaat bagi para santri.
“Kami sangat berterima kasih kepada Prodi Budidaya Perairan. Dengan pelatihan ini, kami yakin para santri bisa belajar langsung cara budidaya ikan lele dan hidroponik yang mudah diaplikasikan,” ucapnya.
Sesi inti kegiatan diisi oleh tim pengabdian dengan penyampaian materi oleh dua narasumber. Pemateri pertama, Ismarica, S.Pi., M.Si., memaparkan teknologi budidaya ikan lele berbasis sistem pasang surut, termasuk cara pengelolaan pakan yang efisien. Sementara itu, pemateri kedua, Ika Rezvani Aprita, ST., M.Si., membahas penerapan sistem hidroponik sebagai solusi budidaya tanaman di lahan terbatas dengan memanfaatkan pola pasang surut sebagai sistem irigasi alami.
Menutup kegiatan, Dr. Cut Dara Dewi S.Pi., M.Si menyampaikan ucapan terima kasih kepada DPPM Kemdiktisaintek, Pimpinan Dayah Tgk. Yusnaidi, Wakil Dekan Bidang Akademik Dr. Ir. Muhammadar S.T., M.P, seluruh dosen FKP, para pemateri, mahasiswa Budidaya Perairan, serta para santri yang telah berpartisipasi aktif.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata peran perguruan tinggi dalam mendorong inovasi teknologi tepat guna bagi peningkatan ketahanan pangan berbasis komunitas pesantren.
Comments are closed