Banda Aceh, 14 Mei 2025 – Ocean Diving Club menyelenggarakan kegiatan pembekalan ilmu dalam rangka mendukung upaya pelestarian ekosistem laut melalui kegiatan Training identifikasi metode pengambilan data ikan karang dan terumbu karang. Kegiatan ini berlangsung selama 4 hari, dari tanggal 14 s/d 17 Mei 2025, bertempat di Gedung Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC), Ulee Lheue, Banda Aceh.

Bekerja sama dengan Wildlife Conservation Society (WCS) dan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dalam mengamati kondisi terumbu karang, substrat dasar laut, kelimpahan ikan karang, dan biomassa. Pembekalan ini terbagi dalam dua sesi utama, yaitu dua hari pelatihan di ruangan dan dua hari kegiatan lapangan langsung di lokasi pemantauan.
Kegiatan ini diikuti oleh anggota Ocean Diving Club serta dari Dinas Kelautan Dan Perikanan Aceh. Selama pelatihan di ruangan, peserta dibekali materi teknis dan teori mengenai metodologi pemantauan, identifikasi spesies karang dan ikan, serta teknik pengambilan data bawah air. Sementara di sesi lapangan, peserta menerapkan ilmu yang didapat dengan melakukan survei langsung di perairan sekitar Inong Balee, Aceh Besar.
“Pembekalan ini penting sebagai fondasi ilmiah dalam setiap kegiatan selam yang berorientasi pada konservasi. Saya berharap setelah kegiatan ini berlangsung peserta mampu menjadi garda depan dalam mendukung pelestarian terumbu karang Aceh,” ujar Sanli Barasa selaku ketua UKM Ocean Diving Club USK.
Kegiatan ini juga merupakan bentuk sinergi antara komunitas penyelam dan lembaga konservasi dalam menjaga keberlanjutan ekosistem laut, yang kian terancam akibat perubahan iklim dan aktivitas manusia.
Maria Ulfah, S.Kel., M.Si Pembina UKM Ocean Diving Club berharap melalui kegiatan ini, tercipta generasi penyelam yang tidak hanya terampil di bawah air, tetapi juga memiliki wawasan ilmiah dan tanggung jawab ekologis.
Comments are closed